Jumat, 19 Maret 2010

LEGENDA DANAU RAYO DAN BUJANG KURAP DESA SUNGAI JERNIH MURATARA


Panorama Danau Rayo yang sangat mempesona, di genangi air sangat jernih sehingga dapat terlihat dasar Danau tersebut. Serta di kelilingi oleh rimbunnya pohon-pohon dan kicauan burung dan harumnya daun yang berada di pinggir danau. Danau Rayo berada di kawasan Hutan Lindung Kab. Musi Rawas Utara tepatnya di Desa Sungai Jernih Kec. Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatra-Selatan. 

Danau Rayo  yang indah nan jernih dan sangat luas, mempunyai ikan yang tidak ada di dunia sejenis ikan koi yang berwarna emas, ada ikan, Ikan Arwana Dan Ikan Tapa, di dalam Danau Rayo yang menjadi salah satu aset wisata Kab.Musi Rawas Utara. Dan pohon yang unik berbuah di batang dari atas hingga sampai tanah yang rasanya sangat masam besarnya sebesar buah manggis tapi berangkai, jika di buka seperti buah duku dan kulitnya sangat tebal susah di buka jika tidak menggunakan alat. 

Selain itu juga Danau Rayo mempunyai Legenda Bujang Kurap Asal dari Orang Bengkulu  yang di percaya oleh penduduk asli setempat.

Mengisahkan seorang pemuda tampan yang berasal dari Bengkulu, Pemuda tersebut berjalan Dari Duson ke Duson dan membantu untuk kemakmuran Desa yang ia singgahi, lalu pemuda itu kembali mengembara dengan tak tentu arah, dan pada akhirnya pemuda tampan itu singgah ke Duson yang kaya raya serta makmur. 

Itulah Duson Karang Pangung yang sekarang menjadi 3  (Tiga) Desa Keturunan dari Bujang Kurap yaitu Suku Anak Dalam yang sekarang menjadi Desa Sungai Jernih dan Keturunan Anak Cucu karam  Pangung menjadi Desa Karang Anyar dan karang Waru.

Pemuda tampan itu memutuskan untuk menetap di Duson tersebut, dan mempunyai Ibu angkat yaitu perempuan tua yang hidup sendirian, baik hati dan tinggal di rumah yang sederhana beda dengan rumah penduduk lainnya yang hidup berkecukupan.

Perempuan tua itu sangat senang sekali karena mempunyai anak angkat yang selalu membantu pekerjaannya dalam menggarap sawah dan bertani serta mencari kayu bakar untuk memasak.

Lalu penduduk setempat tahu kalau di rumah itu ada seorang pemuda tampan, banyak gadis desa yang ingin sekali kenal dengan pemuda tampan itu bahkan desa tetangga yang singgah kerumah sederhana itu hanya untuk bertemu dengan pemuda pendatang tersebut.

Untuk mempersingkat cerita pemuda pendatang itu selain tampan dia pun mempunyai ilmu yang sangat sakti dan dengan ilmunya merubah dirinya sebagai pemuda yang sangat jelek dan mempunyai kurap serta badan yang tak sedap di cium untuk mengetes semua gadis yang memang tulus mencintainya dan juga untuk mengetes penduduk setempat yang sangat senang pada ketampanannya. Dialah Bujang kurap, yang mempunyai ilmu sakti. 

Tetapi Ibu angkatnya tidak tahu kalau pemuda yang tampan itu menggunakan ilmu kesaktiannya untuk merubah dirinya menjadi Pemuda yang sangat jelek, ibunya dan penduduk setempat mengira itu adalah penyakit yang datang padanya.

Semenjak itu tidak ada seorangpun yang bertandang lagi ke rumahnya, bahkan penduduk menjauhi pemuda yang di panggil Bujang kurap itu dan menjauhi Ibunya juga. Dengan bersedih dan sangat menyayangi anak angkatnya Ibu Bujang kurap selalu berdoa agar anaknya kembali seperti yang dulu sebagai pemuda yang normal.

Suatu ketika penduduk bergembira karena di Duson tersebut Sang Raja akan menggelar pernikahan dengan Putrinyanya yang sangat mewah. Penduduk tersebut tidak lagi menghiraukan keluarga Bujang kurap dan menginginkan agar Bujang kurap di larang keluar selamanya. 

Dengan rasa sedih Pemuda Tampan yang menyamar sebagai Bujang kurap itu pergi ke sebuah tempat untuk mengasingkan diri dan singgah ke sebuah bongkahan batu yang di atasnya ada tempat Ibadah seperti Goa, untuk meminta petunjuk kepada sang Pencipta Alam Semesta. 

Sebelum pergi Bujang kurap membuat perahu bambu untuk sang ibu itu.
Dan pada saat acara pernikahan berlangsung, penduduk sedang berpesta serta bergembira, datanglah Bujang kurap untuk ikut memeriahkan acara pernikahan tersebut' dan ternyata dalam Pernikahan tersebut adalah Pernikahan Seorang Raja dengan Putrinya.

Rasa Sedih Mara melihat bahwa Pernikahan tersebut adalah Antara Raja dengan putrinya sendiri. Kemudian Bujang Kurap berkata kepada Penduduk Tersebut" apakah tidak ada wanita lain yang dapat di nikahi selain dari putrinya sendiri, ini adalah pernikahan yang dimurkahi Allah, Mereka tidak menjawab  bahkan Penduduk tersebut langsung Mengusir Bujang Kurap dari perkampungan tersebut sambil meludahinya,  Bujang Kurap berjanji akan pergi jika permintaannya akan di Penuhi oleh sang Raja.

Wahai Tuan Rajo, Ake kan lari man kowe nak mori, apo yang nak ake minta”

“Mahoilah Palabeko'lah'  ape sebonor nye ' na Ure Pinta' paco'lah ake lari' Mon nye ado yang Paco nyabot Lidi niye.??

Pergilah Bujang kurap mengambil lima batang lidi dan di tancapkannya di depan peduduk, beberapa penduduk penduduk yang mencoba untuk mencabut lidi tersebut tak sanggup mencabutnya, lalu bergiliran panduduk setempat untuk mencabut lidi tersebut dan tak ada yang bisa mencabutnya. Akhirnya Bujang kurap sendiri menyabut lidi tersebut. Apa yang terjadi? 

Tak di sangka kalau air yang sangat besar atau deras keluar dalam lubang tancapan lidi tersebut dan akhirnya tak ada yang selamat tenggelam dalam air yang menjadi Danau tersebut kecuali Bujang kurap dan Ibu angkatnya berserta 3 Orang yang Pergi dari kampung tersebut karena Tidak mau Melihat Pernikahan sang Penguasa Menikahi Putrinya . 

Dan Bujang kurap pun kembali menjadi seorang pemuda tampan dan mohon maaf kepada ibunya serta meminta ibu dan 3 Orang untuk tinggal bersama Bujang kurap atau Pemuda Tampan Lalu Bujang kurap kembali beribadah dalam Gua bertempat Dekat Meja Batu. 

Sesuatu Hari terjadi dengan Bujang Kurap tiba-tiba hilang secara gaib di gua Bujang kurap itu, Gua itu Di namakan Gua Bujang Kurap dan batu itu yang di namakan Meja Batu. Sekarang Gua itu di percayai Di Tunggu Oleh Mahluk gaib dan Masyàrakat takut untuk memasukinya dan meja itu di percaya oleh penduduk setempat di jadikan tempat-tempat orang Bertahak Atau tempat Orang Meminta Segala Hal. 

Rumah Ibu angkatnya berada tepat di tengah-tengah Danau Rayo, yang di akui oleh penduduk setempat tumbuh daun bengkuang emas. Dan banyak kepercayaan lainnya mengenai Danau Raya. Itulah legenda yang mengisahkan Danau Rayo, sekarang banyak sekali persi masyarakat mengisahkan Bujang kurap sebagai penduduk setempat, sebagai penyakit dari kecil, dan beberapa kisah lainnya.

Saat ini yang di percayai dan diyakini oleh keturunan Ibu angkat Bujang kurap (Puyang Bujang kurap panggilan untuk keturunan Ibu angkatnya/keluarga) ialah:

• Keturunan Bujang Kurap yaitu Suku Anak Dalam  yang sekarang menjadi Desa. Sungai Jernih dan Keturunan Anak Cucu Dusun Karang Pangung sekarang menjadi Desa Karang Anyar dan Karang Waru.
• Kepada keturunan anak laki-lakinya akan ada panu Dan Kurap di dekat telinga sebelah kiri saat beranjak remaja.
• Ilmu Bujang Kurap akan turun temurun kepada keturunan jika keturunannya mempunyai jiwa dan batin yang bersih. bisa mengobati berbagai penyakit untuk membantu orang yang membutuhkan dan bisa merasakan hal-hal dunia gaib.
• Keturunanya turun temurun di berikan penjaga gaib yang selalu menjaga diri mereka dalam kejahatan dunia gaib lainnya dan kejahatan duniawi.
• Keturunanya pandai dalam seni tradisional seperti bernyanyi, bermain alat musik, ataupun menari daerah, dan menyukai hal yang gaib.

Add caption
Supandri.Sh.Shi di 21.54
2 komentar:

Anonim9 April 2010 13.18
aku suka gaya loh

Balas

Supandri.Sh.Shi21 Desember 2018 17.15
I Love you Saudara-saudara Suku Anak Dalam muda2 han hari2 kita lebih baik dari kemaren.

Balas
Tambahkan komentar
Beranda
Lihat versi web
About Me
Foto saya
Supandri.Sh.Shi
Malang, Jawa timur, Indonesia
RIWAYAT HIDUP Supandri Bin H Nazi Muddin Bin H Dahasan Bin H Samiden Bin Depati Jeramang Asal Bengkulu. Lahir di Kertasari, Karan Dapo, Lubuk, Linggau, Sumatra Selatan pada tanggal 15 Juli 1985, Putra keempat dari Bapak H. Nazi.M. dan Ibu Hj. Jannah. Pendidikan SD ditamatkan pada tahun 1996-1997 di desa. sungai Jernih dan Pada tahun yang sama melanjutkan ke Pondok Moderen Ar-risalah Selahung Ponorogo Tamat pada tahun 2003. Dan pada tahun yang sama melanjutkan Kursus bahasa asing di Pare Kediri sampai 2004 dan kemudian melanjutkan keperguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Malang pada Fakultas Hukum dan Fakultas Agama Islam. selesai pada tahun 2011 sekarang bertemapat tinggal di desa sungai Jernih.
Lihat profil lengkapku






















 



















































Add caption


























































6












































5 komentar:

  1. bagus, kira" boleh gak ya kalo cerita legenda ini saya angkat sebagai suatu karya ilmiah skripsi ?

    mohon konfirmasinya

    BalasHapus
  2. I Love you Saudara-saudara Suku Anak Dalam muda2 han hari2 kita lebih baik dari kemaren.

    BalasHapus